Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menepis isu yang beredar mengenai adanya rencana kenaikan tarif parkir di ibu kota. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI saat ini tidak sedang membahas soal penyesuaian tarif, melainkan fokus pada perbaikan sistem pembayaran dan pengelolaan parkir.
“Tidak ada pembahasan mengenai kenaikan tarif parkir. Yang sedang dikaji Pemprov adalah penerapan sistem pembayaran non tunai (cashless) serta penerapan ulang sistem perparkiran agar lebih tertib dan transparan,” ujar Pramono, Kamis (11/9).
Menurutnya, penggunaan sistem pembayaran digital akan memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan akuntabilitas pendapatan daerah dari sektor parkir. Selain itu, Pemprov juga ingin menata ulang manajemen perparkiran agar lebih modern, efisien, dan mampu mengurangi praktik pungutan liar.
Pramono menambahkan, kajian ini merupakan bagian dari langkah Pemprov DKI dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik sekaligus meningkatkan kenyamanan warga Jakarta.
“Fokus kita bukan pada tarif, tapi bagaimana sistem perparkiran di Jakarta bisa lebih baik, modern, dan sesuai dengan kebutuhan kota besar,” tegasnya.
